Sergiy Stakhovsky: Jika Saya Melihat Seorang Tentara Rusia, Saya Tahu Apa yang Akan Saya Lakukan

22 Mei 2022, 20:58 WIB
Editor: Nurul Ika Hidayati
Sebulan setelah bermain di Australia Open 2022, Sergiy Stakhovsky (kiri) terbang kembali ke Ukraina untuk mempertahankan negaranya itu dari serangan tentara Rusia.
Sebulan setelah bermain di Australia Open 2022, Sergiy Stakhovsky (kiri) terbang kembali ke Ukraina untuk mempertahankan negaranya itu dari serangan tentara Rusia. /Instagram @stako_s

  • Sergiy Stakhovsky telah memutuskan untuk pensiun dari tenis setelah 19 tahun ketika Rusia menyerbu Ukraina.
  • Kegagalan di Australia Open memicu keputusan bintang tenis berusia 36 tahun itu.
  • Kini dia berupaya membangun dukungan dunia untuk negaranya sembari mengenakan seragam militer.

SKOR.id - Sergiy Stakhovsky sedang menikmati liburan di Dubai ketika dia mendapatkan telepon dari orangtuanya yang dia takuti.

Mereka bisa mendengar ledakan di luar rumah mereka di ibukota Ukraina, Kyiv.

Rusia telah menyerbu.

Stakhovsky menyalakan berita dan sejak saat itu tidak tidur atau berpikir selama tiga hari ketika dia mencoba memproses apa yang sedang terjadi.

"Saya tidak percaya gambar yang saya lihat," katanya pada BBC. "Saya mencoba memahami di mana keluarga saya, apa yang mereka lakukan dan seberapa buruk itu."

Hanya sebulan sebelumnya, Stakhovsky bermain di kualifikasi Australia Open. Kekalahan di Melbourne pada usia 36 membuatnya memutuskan untuk pensiun, menutup karier tenis setelah 19 tahun.

Pada 2010 ia mencapai peringkat dunia 31. Tiga tahun kemudian dia berhasil mengalahkan Roger Federer di Wimbledon, untuk mengakhiri rekor 36 penampilan maestro Swiss itu di perempat final Grand Slam berturut-turut.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Sergiy Stakhovsky/Стаховський (@stako_s)

Saat Rusia menyerbu, Stakhovsky tahu apa yang diinginkannya. Dia membawa keluarganya ke Budapest di Hongaria, tempat mereka tinggal. Istrinya bertanya apa yang akan dia lakukan.

"Itu bukan jawaban yang ingin dia dengar dan dia marah," kata Stakhovsky.

"Saya bermain di Piala Davis dengan bangga selama hampir 17 tahun, jadi sejujurnya saya tidak melihat bagaimana saya bisa menjadi orang yang memiliki hak istimewa untuk menjauh dari apa yang terjadi di negara saya."

"Saya sebenarnya menyelinap keluar. Anak-anak sedang membaca dan menonton kartun. jadi saya tidak mengganggu mereka. Satu-satunya yang melihat saya pergi adalah yang paling kecil dan dia bertanya kepada saya: 'Ayah mau kemana?' Saya memakai ransel dan saya berkata: 'Saya akan segera kembali'."

Stakhovsky tidak berbalik, pertama-tama menuju ke Bratislava di Slovakia untuk mengambil beberapa perlengkapan termasuk rompi anti peluru dan helm sebelum berkendara ke perbatasan dengan Ukraina.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Sergiy Stakhovsky/Стаховський (@stako_s)

Orang-orang sudah mulai meninggalkan Ukraina. Dia mengatakan dia melihat sekitar 100 anak berdiri di suhu -8C.

Dia bertemu seorang teman dan mereka memulai perjalanan menuju Lviv di barat negara itu. Setelah menginap semalam di sana, dia berangkat ke Kyiv untuk bertemu dengan saudara laki-laki dan ayahnya.

Sang petenis sudah mengatur agar ibunya melarikan diri, bersama dengan istri saudara laki-lakinya dan dua anak perempuan saudara laki-lakinya.

Stakhovsky ditugaskan ke unit militer dan Senin berikutnya ditempatkan di Kyiv, berusaha membantu sebanyak yang dia bisa. Di ibu kota negaranya ity, kehebohan situasi mulai mereda.

Perlu diingat, dia tidak pernah mengikuti pelatihan militer.

"Kami ingin menggunakan waktu itu secara maksimal karena kami tidak tahu kapan mereka (Rusia) benar-benar akan memasuki Kyiv atau kapan mereka akan mulai menembak lebih keras, dengan cara yang sama seperti di Kharkiv," katanya.

"Kami semua pada dasarnya tidur dengan Kalashnikov di sebelah kami. Ketika ada serangan, kami harus siap."

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Sergiy Stakhovsky/Стаховський (@stako_s)

Selama ini Stakhovsky melakukan wawancara pers untuk mencoba membuat situasi menjadi perhatian orang. Dia juga ingin melawan narasi Rusia tentang negaranya.

Ada serangan udara yang tidak terhitung jumlahnya dan dia terus-menerus turun ke tempat penampungan. Itu adalah saat yang emosional baginya, tetapi perjalanannya ke Bucha benar-benar menunjukkan kengerian perang.

Bucha, sebuah kota di luar Kyiv, diduduki oleh Rusia selama sebulan pada awal perang. Ada bukti warga sipil disiksa, diperkosa, dan dibunuh.

Gambar situasi di sana telah ditampilkan di seluruh dunia, tapi Stakhovsky menyebut dunia hanya melihat refleksi kecil dari apa yang sebenarnya terjadi.

Awalnya, dia tidak yakin apa yang akan dia lakukan jika harus terlibat baku tembak. Semua berubah setelah Bucha.

"Hal-hal yang mereka lakukan dan cara mereka melakukannya sejujurnya tidak manusiawi," kata Stakhovsky. "Anda tidak akan bisa menggambarkan kebencian yang Anda rasakan terhadap tentara Rusia."

“Orang-orang yang tinggal di sana, mereka tidak pantas mendapatkannya. Mereka bukanlah  bagian dari perang ini. Mereka tidak ingin berpartisipasi. Mereka hanya warga sipil dan mereka tidak memiliki kesempatan untuk hidup."

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Sergiy Stakhovsky/Стаховський (@stako_s)

"Saya tidak akan ragu. Jika saya melihat tentara Rusia, saya tahu yang akan saya lakukan."

Sejak invasi, ada banyak diskusi tentang bagaimana dunia bereaksi terhadap atlet Rusia dan apakah mereka harus dilarang berkompetisi secara internasional. Tenis telah mengambil pendekatan yang bervariasi.

Pada minggu-minggu pertama konflik, bintang tenis Rusia, Andrey Rublev, menulis 'tolong jangan perang' di lensa kamera TV setelah memenangkan pertandingan di Dubai.

Petenis nomor dua dunia Daniil Medvedev berbicara tentang "mempromosikan perdamaian".

Ini sebelum undang-undang baru Rusia yang dapat menyebabkan 15 tahun penjara karena menyebarkan apa pun yang dianggap pihak berwenang sebagai 'berita palsu' mengenai militer. Sebagian besar olahragawan Rusia memilih bungkam sejak itu.

Bulan lalu, Wimbledon mengumumkan atlet Rusia akan dilarang bertanding di turnamen musim panas ini. Yang disambut dengan penerimaan yang beragam, tetapi Stakhovsky sepenuhnya mendukung keputusan tersebut.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Sergiy Stakhovsky/Стаховський (@stako_s)

"Dalam beberapa minggu pertama saya benar-benar percaya bahwa Rusia, begitu mereka melihat apa yang dilakukan tentara, ketika mereka menyaksikan penghancuran kota, pemboman kota-kota seperti Kharkiv dan Kyiv bahwa mereka akan keluar dan memprotes," dia berkata.

“Itu tak terjadi. Tak ada yang keluar. Sedikit yang datang untuk protes. Tak ada massa. Jadi saya mendukungnya (keputusan Wimbledon)."

Stakhovsky telah dapat kembali ke Budapest. Selama kunjungan singkat ke rumahnya, dia menjelaskan sepenuhnya terkait situasi sekarang kepada anak-anaknya apa yang dia lakukan di Ukraina, sebelum pergi sekali lagi untuk melanjutkan tugasnya.

"Saya berbicara pada istri saya, kami membicarakannya, benar-benar membicarakannya," katanya. "Saya sekarang merasa lebih baik tentang diri saya karena saya kembali."

“Saya meninggalkan tiga anak dan seorang istri yang saya kagumi karena saya pergi untuk membela negara saya dan saya pergi untuk membela keluarga saya. Tidak ada yang hebat dari apa yang saya lakukan."

"Tetapi hasilnya bisa berbeda. Dan masih bisa."***

Baca Berita Perang di Ukraina Lainnya:

Oleksandr Zinchenko Undang Bocah Ukraina, 10, untuk Ikut Pelatihan Manchester City

Bintang MMA asal Ukraina Ini Selamatkan Sabuk Juara Dunia yang Dikubur Sang Ibu di Bawah Rumah

Katarina Zavatska Berjuang Atasi Rasa Bersalah saat Keluarganya Hadapi Perang di Ukraina

  • Sumber: BBC
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    Tenis

    Senin, 9 Mei 2022

    Fakta Menarik Carlos Alcaraz, Juara Termuda ATP Madrid Open 2022

    Carlos Alcaraz menuntaskan "dongeng" ATP Madrid Open 2022 dengan manis, menyusul keberhasilannya meraih gelar.

    Tenis

    Senin, 16 Mei 2022

    Tenis SEA Games 2021: Main hingga Tengah Malam, Beregu Putra Akhirnya Sumbang Perak

    Tim tenis beregu putra Indonesia harus puas mendapatkan perak meski berjuang sampai tengah malam.

    Tenis

    Selasa, 17 Mei 2022

    Bintang Tenis Australia Ini Coba Bunuh Diri Sebulan Lalu, Tak Ingin Rayakan Ulang Tahun Ke-22

    Destanee Aiava diselamatkan dari sebuah jembatan pada 17 April oleh tiga orang.

    Tenis

    Kamis, 19 Mei 2022

    Jelang French Open 2022, Rafael Nadal Akui Hidup dalam Bayangan Cedera

    Sejak Rabu (18/5/2022), Rafael Nadal sudah berlatih di Prancis.

    Terbaru

    Tenis

    Sabtu, 2 Juli 2022

    Wimbledon 2022: Menangi Laga Comeback bersama Jamie Murray, Venus Williams Akui Kesulitan

    Wimbledon 2022 menjadi comeback Venus Williams setelah Chicago Open 2021 yang berlangsung Agustus, tahun lalu.

    Tenis

    Jumat, 1 Juli 2022

    3 Petenis Mundur dari Wimbledon 2022 Karena Covid-19, Rafael Nadal Ekstra Waspada

    Tiga petenis dikonfirmasi mundur dari Wimbledon 2022 karena terpapar Covid-19 membuat Rafael Nadal melakukan pencegahan ekstra.

    Tenis

    Jumat, 1 Juli 2022

    Ludahi Penonton di Wimbledon 2022, Nick Kyrgios Didenda Rp148 Juta

    Petenis Nick Kyrgios didenda £8.211 atau setara Rp148 juta. Dia ketahuan meludah ke arah penggemar Wimbledon setelah mengatakan mereka menghinanya.

    Tenis

    Jumat, 1 Juli 2022

    Wimbledon 2022: Katie Boulter Menangis Usai Singkirkan Karolina Pliskova

    Katie Boulter menangis tersedu-sedu atas kematian neneknya hanya dua hari sebelum menang di Wimbledon.

    Tenis

    Selasa, 28 Juni 2022

    Terpapar Covid-19, Matteo Berrettini Batal Tampil di Wimbledon 2022

    Matteo Berrettini batal tampil di Wimbledon 2022 usai dinyatakan positif Covid-19.

    Tenis

    Selasa, 28 Juni 2022

    Wimbledon 2022: Kemenangan Pertama Emma Raducanu Diwarnai Lamaran dari Fans

    Seorang fans dua kali berteriak melamar Emma Raducanu di tengah babak pertama Wimbledon Open 2022.

    Tenis

    Selasa, 28 Juni 2022

    Hal yang Novak Djokovic Kagumi dari Rafael Nadal

    Novak Djokovic kagum dengan konsistenai dan daya juang Rafael Nadal di dunia tenis.

    Tenis

    Senin, 27 Juni 2022

    Skor 10: Momen Ikonik di Wimbledon, dari Duel Tenis Terlama sampai Kejayaan Roger Federer

    Ada sejumlah momen ikonik sepanjang penyelenggaraan turnamen tenis Grand Slam Wimbledon yang tahun ini memasuki edisi ke-135.

    Tenis

    Senin, 27 Juni 2022

    Toilet Kontroversial Wimbledon Mengundang Kritik

    Turnamen tenis Wimbledon sarat dengan peraturan. Sulit terbantahkan. Tapi, kali ini malah mengundang kontroversial. Toilet pria-wanita disatukan.

    Tenis

    Senin, 27 Juni 2022

    Alasan Petenis Tampil Serbaputih di Turnamen Grand Slam Wimbledon

    Turnamen tenis Grand Slam Wimbledon mewajibkan kontestannya tampil serbaputih. Apa alasannya?
    X