Naomi Osaka Sebut Gelaran Olimpiade Tokyo Sangat Berisiko

10 Mei 2021, 15:10 WIB
Penulis: Any Hidayati
Editor: Aditya Fahmi Nurwahid
Potret Miraitowa dan Someity, dua maskot Olimpiade Tokyo
Potret Miraitowa dan Someity, dua maskot Olimpiade Tokyo /(Shugo Takemi/Tokyo 2020/Twitter)

  • Naomi Osaka merasa keputusan menggelar Olimpiade di tengah pandemi Covid-19 yang belum selesai sangat berisiko.
  • Juara Australian Open 2021 tersebut tidak menampik dirinya juga berharap Olimpiade tetap berlangsung.
  • Hanya saja panitia Tokyo 2020 harus membuat keputusan dengan bijak terkait kejuaraan musim panas ini.

SKOR.id - Melihat kondisi Jepang, juga negara lain, yang tengah mengalami peningkatan kasus Covid-19 membuat Naomi Osaka berharap keputusan menggelar Olimpiade ditinjau kembali.

Baginya, menggelar sebuah turnamen olahraga kelas dunia yang dipastikan akan mengundang banyak atlet dari berbagai negara di tengah pandemi Covid-19 yang belum mereda sangatlah berisiko.

Tidak hanya untuk turnamen itu sendiri tetapi juga kenyamanan yang dirasakan oleh para atlet dan orang-orang yang terlibat langsung di dalamnya.

"Untuk saya pribadi ini (Olimpiade Tokyo) ibarat menempatkan banyak orang dalam risiko dan membuat masyarakat tidak nyaman. Dengan demikian (Olimpiade) harus didiskusikan lagi sekarang juga," kata Osaka kepada AFP.

Sebagai atlet, pemilik empat gelar grand slam tersebut mengakui sangat bermimpi untuk tampil di Olimpiade dan mengejar medali emas di sana.

Apalagi tahun ini, Jepang yang merupakan kebangsaannya berstatus sebagai tuan rumah ajang multiolahraga empat tahunan tersebut.

Hanya saja, kondisi pandemi yang belum usai harus dipertimbangkan dengan baik agar kenyamanan dan keamanan semua pihak yang terlibat terjamin.

"Tentu saja saya bisa dibilang juga berharap Olimpiade tetap berlangsung karena saya seorang atlet dan kejuaraan tersebut adalah momen yang telah saya tunggu seumur hidup," ucap Osaka.

"Namun, saya merasa bahwa ada banyak hal yang lebih penting yang sedang terjadi, terutama tahun lalu. Saya rasa berbagai hal tidak terduga telah terjadi. Pada akhirnya saya hanyalah seorang atlet dan pandemi masih terus terjadi."

Naomi Osaka memegang Daphne Akhurst Memorial Cup setelah menjadi juara tunggal putri Australia Open 2021 berkat kemenangan pada laga final yang digelar di Rod Laver Arena, Melbourne, Australia pada Sabtu (20/2/2021).
Naomi Osaka memegang Daphne Akhurst Memorial Cup setelah menjadi juara tunggal putri Australia Open 2021 berkat kemenangan pada laga final yang digelar di Rod Laver Arena, Melbourne, Australia pada Sabtu (20/2/2021). (twitter.com/WTA)

Harapan Osaka saat ini adalah keamanan dan kenyamanan menjadi hal terpenting yang dipertimbangkan oleh para pengambil keputusan Olimpiade Tokyo.

Pasalnya, tidak hanya satu atau dua orang yang akan terdampak tetapi banyak orang dari berbagai negara yang menjadi peserta Olimpiade.

"Bagi saya (buatlah keputusan) apapun yang akan membuat semua orang nyaman dan aman," kata Osaka menegaskan.

"Karena akan ada banyak orang masuk ke dalam negeri (Jepang) jadi sudah tentu keputusan yang diambil harus tepat."

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube, dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Olimpiade Tokyo Lainnya:

Lalu Muhammad Zohri Tampil Kurang Memuaskan di Test Event Atletik Olimpiade Tokyo 2020

Gara-gara Malaysia Open 2021, Ganda Putra Cina Telan Kerugian Menuju Olimpiade Tokyo

  • Sumber: firstpost.com
  • Tag

    Video

    Komentar

    Berita Terkait

    Olahraga Lain

    Minggu, 9 Mei 2021

    WHO: Semoga Olimpiade Tokyo Dapat Terlaksana

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berharap Olimpiade Tokyo 2020 dapat berlangsung pada musim panas ini.

    Badminton

    Minggu, 9 Mei 2021

    Lockdown Lagi, Persiapan Para Pebulu Tangkis Profesional Malaysia Terhenti

    Daren Liew mengaku seluruh fasilitas tempatnya berlatih tutup total selama MCO.

    Terbaru

    Tenis

    Minggu, 1 Agustus 2021

    Rekap Tenis Olimpiade Tokyo 2020: ROC Jadi ''Juara Umum'' berkat 1 Emas dan 2 Perak

    Rangkaian kompetisi tenis Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar sejak 24 Juli 2021 telah resmi berakhir pada hari ini.

    Tenis

    Minggu, 1 Agustus 2021

    Gagal Total di Tokyo 2020, Novak Djokovic Incar Medali Olimpiade Paris 2024

    Novak Djokovic berharap karier panjang usai gagal meraih medali apapun di Olimpiade Tokyo.

    Tenis

    Minggu, 1 Agustus 2021

    Terhadang Duo Non-Unggulan, Ambisi Aldila Sutjiadi Jadi Juara Ajang WTA Pupus

    Aldila Sutjiadi kalah di final WTA LTP Charleston Pro Tennis pada Sabtu (31/7/2021).

    Tenis

    Sabtu, 31 Juli 2021

    Tenis Olimpiade Tokyo 2020: Raket Terbang Iringi Kegagalan Novak Djokovic Raih Perunggu Tunggal Putra

    Novak Djokovic takluk tiga set dari Pablo Carreno Busta dalam laga perebutan medali perunggu tunggal putra Olimpiade Tokyo 2020.

    Tenis

    Jumat, 30 Juli 2021

    Hasil Tenis Olimpiade Tokyo 2020: Novak Djokovic Kalah, Impian Golden Slam Pupus

    Novak Djokovic gagal menyamai Rafael Nadal dan Andre Agassi sebagai petenis yang memenangi seluruh gelar grand slam plus emas Olimpiade.

    Tenis

    Kamis, 29 Juli 2021

    Olimpiade Tokyo 2020: Daniil Medvedev Keluhkan Cuaca, Bisa Mati saat Bertanding

    Daniil Medvedev mengeluhkan dirinya bisa mati di lapangan karena cuaca panas yang ekstrem di Olimpiade Tokyo.

    Tenis

    Rabu, 28 Juli 2021

    Naomi Osaka Akui Terjebak Pusaran Tekanan Olimpiade Tokyo

    Naomi Osaka sangat kecewa karena gagal mewujudkan target di Olimpiade Tokyo usai tersingkir di babak ketiga.

    Tenis

    Selasa, 27 Juli 2021

    Hasil Tenis Olimpiade Tokyo 2020: Kejutan, Naomi Osaka Tersingkir di Babak Ketiga

    Naomi Osaka kalah 1-6, 4-6 dari petenis Republik Ceko, Marketa Vondrousova, pada Selasa (27/7/2021).

    Tenis

    Selasa, 27 Juli 2021

    Tenis Olimpiade Tokyo 2020: Tembus 16 Besar, Novak Djokovic Ungkit Tekanan Pertandingan

    Novak Djokovic juga komentari lapangan yang panas, lembab, dan kurang angin pada Senin (26/7/2021).

    Tenis

    Senin, 26 Juli 2021

    Tenis Olimpiade Tokyo 2020: 3 Tunggal Putri Unggulan Gugur di Babak Kedua

    Tiga petenis tunggal putri dengan status unggulan pada Olimpiade Tokyo 2020 harus tersingkir pada babak kedua.

    Terpopuler

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X