Mengapa Rafael Nadal Sulit Dikalahkan di Lapangan Tanah Liat

13 Oktober 2020, 16:30 WIB
Penulis: Hedi Novianto
Editor: Hedi Novianto
Petenis Spanyol, Rafael Nadal, saat tampil pada laga final tunggal putra French Open 2020 yang digelar di Court Philippe Chartier, Paris, Prancis, pada Minggu (11/10/2020).
Petenis Spanyol, Rafael Nadal, saat tampil pada laga final tunggal putra French Open 2020 yang digelar di Court Philippe Chartier, Paris, Prancis, pada Minggu (11/10/2020). /(twitter.com/rolandgarros)

  • Petenis Spanyol, Rafael Nadal, baru saja mengemas gelar juara ke-13 kali di turnamen tanah liat bergengsi, French Open 2020.
  • Tak ada petenis lain yang mampu mengoleksi gelar juara seperti Nadal di French Open.
  • Dominasi Nadal di lapangan tanah liat secara umum berhubungan dengan laju bola dan gaya bermainnya.

SKOR.id - Keberhasilan petenis Rafael Nadal menjuarai French Open untuk ke-13 makin menegaskan statusnya sebagai raja lapangan tanah liat.

Rafael Nadal menjadi petenis pertama yang mampu mencatat 13 kali juara di French Open. Apalagi karakter lapangan Rolland Garros, nama lain French Open, juga dikenal sulit ditaklukkan.

Keberhasilan menjuarai French Open untuk ke-13 kalinya bagi Rafael Nadal dicatat usai mengalahkan Novak Djokovic, dengan skor 6-0, 6-4, 7-5 pada Minggu (11/10/2020).

Dari skor itu bisa terlihat bagaimana Djokovic sebagai petenis nomor satu dunia pun tak berdaya di lapangan tanah liat dan relatif mudah menyerah kepada Nadal. Minimal untuk tahun ini.

Djokovic adalah satu dari hanya dua petenis yang pernah mengalahkan Nadal di Roland Garros. Djokovic, juara French Open 2016, juga selalu menang atas Nadal dalam tiga ajang Grand Slam sebelum ini.

Namun, khusus di French Open 2020, Rafael Nadal seolah tiada lawan. Terlepas petenis 34 tahun ini sekarang menduduki peringkat kedua dunia.

Gelar juara di French Open 2020 membuat Nadal sudah mengoleksi 20 gelar juara Grand Slam sekaligus menyamai rekor Roger Federer.

Dari total gelar juara itu, hanya tujuh kali yang direbut di lapangan rumput. Sisanya tentu saja French Open yang lapangan tanah liat.

"Hari ini kamu menunjukkan status sebagai raja lapangan tanah liat," ujar Djokovic dalam sambutan usai dikalahkan Nadal dalam final French Open 2020.

Sukses petenis Rafael Nadal dalam melanjutkan rekor kemenangannya di French Open 2020 menjadi pemberitaan seluruh media di dunia.
Sukses petenis Rafael Nadal dalam melanjutkan rekor kemenangannya di French Open 2020 menjadi pemberitaan seluruh media di dunia. (Instagram/ESPN)

Para ahli pun menganalisis kehebatan Rafael Nadal yang sulit ditandingi di lapangan tanah liat. Mereka fokus pada bobot pukulan, kekuatan forehand, dan fisiknya.

Satu di antara kesimpulannya, Nadal punya taktik jitu ketika bermain di lapangan tanah liat. Rafa, sebutan akrabnya, mampu mendikte permainan dan meraih poin demi poin secara cerdik.

Secara keseluruhan ada tiga penyebab mengapa Rafael Nadal begitu ahli di lapangan tanah liat.

1. Karakter lapangan tanah liat

Dengan permukaan berupa tanah liat, bola melaju lebih lambat dan memantul lebih tinggi. Kecepatan bola bakal berkurang setelah mengenai permukaan lapangan tanah liat.

Secara kasar, permainan menjadi lebih lambat. Karena kecepatan geraknya tidak sehebat Djokovic atau Federer, Nadal akan mudah bermanuver dari posisi bertahan.

"Yang indah dari Lapangan tanah liat adalah Anda bisa memainkan berbagai gaya dan masih bisa menang," ujar Rafael Nadal.

Dengan bola yang lebih lambat, Nadal biasanya akan mengirim bola lambung ke belakang lawan. Lawan akan mengembalikan bola cukup tinggi sehingga bisa disambut Nadal dengan backhand.

Satu lagi, karakter lapangan tanah liat cocok dengan gaya main Rafael Nadal yang high topspin-based.

2. Kombinasi Servis dan Forehand

Rafael Nadal dikenal sebagai petenis yang tidak mengandalkan servis untuk mendulang poin. Bahkan kemampuan servis Nadal masih di bawah para rival dan menjadi kelemahan terbesarnya.

Namun di atas lapangan tanah liat, kelemahan servis itu berubah menjadi kekuatan. Nadal biasanya melakukan servis di bagian kiri kotak.

Bagi lawan yang bertangan kanan, aliran bola dari sisi kiri servis akan menyulitkannya karena mengarah ke sisi backhand. Roger Federer pun mengaku kesulitan menerima servis Nadal di lapangan tanah liat.

Statistik menunjukkan bahwa Nadal selalu menyambut bola pengembalian lawan yang tinggi dengan kekuatan forehand hingga 79 persen.

Nadal juga mencatat poin hingga 71 persen ketika menyambut bola pengembalian lawan dari servisnya dengan forehand, dibandingkan 45 persen dengan backhand.

Jadi, ini kekuatan Nadal untuk merebut poin di lapangan tanah liat. Dia melakukan servis yang melebar dan menyambut bola pengembalian lawan dengan forehand.

Kehebatan Nadal dalam melakukan servis + 1 forehand melahirkan kombinasi tiga hingga lima pukulan hingga akhirnya menghasilkan poin. Keberhasilan meraih poin mencapai 63 persen.

Bandingkan dengan Novak Djokovic yang melakukan servis +1 forehand hingga 71 persen tapi hanya memenanginya 52 persen.

Kemampuan kombinasi servis dan forehand dinilai menguntungkan Nadal dari sisi usia. Ia akan lebih cepat meraih poin sehingga menghemat energi dan napasnya.

Aksi petenis tunggal putra Spanyol, Rafael Nadal, kala tampil pada laga semifinal French Open 2020 yang digelar di Lapangan Philippe-Chartier, Paris, Prancis, pada Jumat (9/10/2020) malam WIB.
Aksi petenis tunggal putra Spanyol, Rafael Nadal, kala tampil pada laga semifinal French Open 2020 yang digelar di Lapangan Philippe-Chartier, Paris, Prancis, pada Jumat (9/10/2020) malam WIB. (twitter.com/rolandgarros)

3. Meluncur

Rafael Nadal sebenarnya punya kecepatan kaki dan jangkauan lapangan yang masuk kategori terbaik. Namun akibat cedera lutut dan punggung pada 2014 serta usianya yang mulai uzur, kecepatan Nadal pun menurun.

Akan tetapi karakter lapangan tanah liat bisa membuatnya meluncur dengan cepat, misalnya untuk mendekati net demi menyambut bola pengembalian lawan dengan forehand smash.

Lapangan tanah liat membuat Nadal bisa memaksa lawan untuk terus berada di posisi terdalam (based line).

Lantas, jika Rafel Nadal bisa memanfaatkan karakteristik lapangan tanah liat, mengapa petenis lain tidak?

Kebanyakan petenis adalah spesialis lapangan keras atau rumput. Ketika mereka bermain di lapangan tanah liat, lawan seperti Rafael Nadal bisa mengarahkan bola ke backhand alias posisi paling kikuk bagi kebanyakan petenis.

Karena backhand adalah posisi di luar kenyamanan, kebanyakan petenis --bahkan Roger Federer-- bakal sulit mengendalikan pengembalian bola sehingga lawan bakal diuntungkan.

Sebaliknya bagi Rafael Nadal ketika bermain di lapangan keras atau rumput. Karena bola memantul lebih rendah, Nadal membutuhkan upaya lebih keras menjangkau sisi lain lapangan.

Bagi pemain dengan kecepatan yang mulai menurun seperti Rafael Nadal, laju bola yang lebih cepat di lapangan non-tanah liat bakal menyulitkan manuvernya.

Jadi, kombinasi pantulan bola tinggi dan lebih lambat memang lebih cocok bagi gaya permainan forehand ala Rafael Nadal. Dan itu hanya terjadi di lapangan tanah liat seperti French Open.

Ikuti juga Instagram, Facebook, YouTube dan Twitter dari Skor Indonesia.

Berita Rafael Nadal Lainnya:

Andy Murray: Tak Ada yang Bisa Kalahkan Rekor Rafael Nadal di French Open

Dewan Kota Sant Llorenç des Cardassar Berencana Adopsi Petenis Rafael Nadal

  • Sumber: New York Times, Sportskeeda, The Sportsman, Last Word on Sports, Sportstar
  • Tag

    Video

    Komentar

    Berita Terkait

    Tenis

    Minggu, 11 Oktober 2020

    Sempurna, Rafael Nadal Juara French Open 2020 Usai Bekuk Novak Djokovic

    Rafael Nadal tampil sebagai juara French Open 2020 setelah sukses mengalahkan Novak Djokovic dalam laga final.

    Tenis

    Senin, 12 Oktober 2020

    Rafael Nadal Samai Rekor 20 Grand Slam, Roger Federer Tulis Pesan Menyentuh

    Roger Federer menulis pesan menyentuh via Instagram, menyusul kesuksesan Rafael Nadal menyamai rekor 20 titel grand slam miliknya.

    Terbaru

    Tenis

    Minggu, 1 Agustus 2021

    Rekap Tenis Olimpiade Tokyo 2020: ROC Jadi ''Juara Umum'' berkat 1 Emas dan 2 Perak

    Rangkaian kompetisi tenis Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar sejak 24 Juli 2021 telah resmi berakhir pada hari ini.

    Tenis

    Minggu, 1 Agustus 2021

    Gagal Total di Tokyo 2020, Novak Djokovic Incar Medali Olimpiade Paris 2024

    Novak Djokovic berharap karier panjang usai gagal meraih medali apapun di Olimpiade Tokyo.

    Tenis

    Minggu, 1 Agustus 2021

    Terhadang Duo Non-Unggulan, Ambisi Aldila Sutjiadi Jadi Juara Ajang WTA Pupus

    Aldila Sutjiadi kalah di final WTA LTP Charleston Pro Tennis pada Sabtu (31/7/2021).

    Tenis

    Sabtu, 31 Juli 2021

    Tenis Olimpiade Tokyo 2020: Raket Terbang Iringi Kegagalan Novak Djokovic Raih Perunggu Tunggal Putra

    Novak Djokovic takluk tiga set dari Pablo Carreno Busta dalam laga perebutan medali perunggu tunggal putra Olimpiade Tokyo 2020.

    Tenis

    Jumat, 30 Juli 2021

    Hasil Tenis Olimpiade Tokyo 2020: Novak Djokovic Kalah, Impian Golden Slam Pupus

    Novak Djokovic gagal menyamai Rafael Nadal dan Andre Agassi sebagai petenis yang memenangi seluruh gelar grand slam plus emas Olimpiade.

    Tenis

    Kamis, 29 Juli 2021

    Olimpiade Tokyo 2020: Daniil Medvedev Keluhkan Cuaca, Bisa Mati saat Bertanding

    Daniil Medvedev mengeluhkan dirinya bisa mati di lapangan karena cuaca panas yang ekstrem di Olimpiade Tokyo.

    Tenis

    Rabu, 28 Juli 2021

    Naomi Osaka Akui Terjebak Pusaran Tekanan Olimpiade Tokyo

    Naomi Osaka sangat kecewa karena gagal mewujudkan target di Olimpiade Tokyo usai tersingkir di babak ketiga.

    Tenis

    Selasa, 27 Juli 2021

    Hasil Tenis Olimpiade Tokyo 2020: Kejutan, Naomi Osaka Tersingkir di Babak Ketiga

    Naomi Osaka kalah 1-6, 4-6 dari petenis Republik Ceko, Marketa Vondrousova, pada Selasa (27/7/2021).

    Tenis

    Selasa, 27 Juli 2021

    Tenis Olimpiade Tokyo 2020: Tembus 16 Besar, Novak Djokovic Ungkit Tekanan Pertandingan

    Novak Djokovic juga komentari lapangan yang panas, lembab, dan kurang angin pada Senin (26/7/2021).

    Tenis

    Senin, 26 Juli 2021

    Tenis Olimpiade Tokyo 2020: 3 Tunggal Putri Unggulan Gugur di Babak Kedua

    Tiga petenis tunggal putri dengan status unggulan pada Olimpiade Tokyo 2020 harus tersingkir pada babak kedua.

    Terpopuler

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X