Arthur Ashe, Legenda Tenis yang Rela Miskin karena Memperjuangkan Hak Warga Kulit Hitam

17 Oktober 2020, 22:00 WIB
Editor: Tri Cahyo Nugroho
Arthur Ashe muncul dalam acara The Connecticut Forum pada 4 Februari 1993 atau hanya dua hari sebelum wafat, dalam kapasitasnya sebagai aktivis HIV/AIDS. Ashe menjuarai Wimbledon. Ashe dikenal gigih memperjuangkan hak persamaan hak khususnya yang berbau rasial. /(YouTube)

  • Arthur Ashe merupakan legenda dengan penghasilan dan kekayaan bersih yang sangat minim.
  • Selama menjadi petenis, ia hanya punya kekayaan bersih 4 juta dolar AS, sangat rendah dibandingkan dengan petenis-petenis lain.
  • Sikap vokalnya terhadap persamaan hak warga kulit hitam membuatnya kesulitan mendapatkan sponsor. 

SKOR.id - Arthur Ashe merupakan petenis yang sangat legendaris. Betapa tidak, pria Amerika Serikat (AS) ini merupakan petenis kulit hitam pertama yang mampu menjadi juara grand slam.

Itu didapat pada US Open 1968. Sebagai catatan, Arthur Ashe mengakhiri karier dengan torehan 3 gelar grand slam. Selain US Open 1968, ia memenangi Australian Open 1970 dan Wimbledon 1975.

Prestasi ini membuat namanya diabadikan menjadi lapangan utama di kompleks digelarnya ajang US Open, USTA Billie Jean King National Tennis Stadium, Flushing Meadows, New York. Arthur Ashe Stadium menjadi arena termegah di dunia dengan kapasitas 23.771 penonton.

Namun ironisnya, dengan catatan manis ini, dirinya ternyata tidak mendapat penghasilan memuaskan selama aktif sebagai petenis.

Bahkan, boleh dibilang ia menjadi salah satu legenda tenis termiskin di dunia. Bayangkan, Arthur Ashe hanya memiliki kekayaan bersih sekitar 4 juta dolar AS (sekira Rp59 miliar). Sangat rendah jika dibandingkan dengan petenis besar lain.

Sikap vokalnya terhadap persamaan hak kulit hitam ternyata menjadi salah satu penyebabnya, Terlalu kencangnya ia meneriakkan nilai-nilai anti-diskriminasi rasial membuatnya dijauhi sponsor.

Tak hanya itu, akibat masih banyaknya masyarakat AS yang memiliki sikap rasis saat dirinya masih aktif sebagai petenis, sponsor seolah memandang jika petenis kulit hitam seperti Arthur Ashe sulit mendongkrak citra produk mereka.

Arthur Ashe menjadi petenis kulit hitam pertama yang mampu menjuarai turnamen grand slam US Open, Wimbledon, dan Australian Open, serta membela tim Piala Davis Amerika Serikat (AS).
Arthur Ashe menjadi petenis kulit hitam pertama yang mampu menjuarai turnamen grand slam US Open, Wimbledon, dan Australian Open, serta membela tim Piala Davis Amerika Serikat (AS). (Twitter/@Arthur_Ashe33)

Arthur Ashe semakin sulit mendapatkan sponsor setelah ia mencibir rekan senegaranya, Jimmy Connors. Ia menyebut Jimmy Connors tidak patriotik lantaran ogah membela tim AS di Piala Davis.

Saat itu, Jimmy Connors adalah sosok yang sangat populer. Jadi wajar saja banyak orang yang semakin memusuhi Arthur Ashe setelah pernyataannya ini.

Arthur Ashe memutuskan pensiun pada 1980. Ia mengakhiri karier dengan torehan 76 titel juara.

Sosok kelahiran Richmond Virginia ini meninggal pada 6 Februari 1993 dalam usia 49 tahun. Sebelum meninggal, ia didiagnosis terinfeksi HIV/AIDS.

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube, dan Twitter dari Skor Indonesia

Berita Tenis Lainnya:

AELTC Ingin Turnamen Tenis Wimbledon 2021 Digelar, 3 Opsi Disiapkan

Positif Covid-19, Petenis Ini Justru Bepergian dengan Jet Pribadi dan Terancam Hukuman Berat

Dewan Kota Sant Llorenç des Cardassar Berencana Adopsi Petenis Rafael Nadal

  • Sumber: sportscasting
  • Tag

    Video

    Komentar

    Berita Terkait

    Tenis

    Sabtu, 3 Oktober 2020

    Idolakan Rafael Nadal, Petenis AS Ini Namai Kucing Kesayangannya Rafa

    Sebastian Korda mengaku sangat mengidolakan Rafael Nadal dan menamai kucingnya dengan nama tersebut.

    Tenis

    Minggu, 4 Oktober 2020

    Novak Djokovic Ingin Tenis Adopsi Teknologi untuk Gantikan Hakim Garis

    Novak Djokovic berharap tenis bisa memakai teknologi untuk menggantikan peran hakim garis di masa depan.

    Gosip

    Jumat, 9 Oktober 2020

    Profesi Istri Petenis Top Dunia, Ibu Rumah Tangga sampai Karyawan Kantoran

    Roger Federer dan Novak Djokovic kerap mengajak keluarga saat mengikuti turnamen. Tidak demikian dengan Rafael Nadal.

    Terbaru

    Tenis

    Jumat, 23 Oktober 2020

    Novak Djokovic Ungkap Penyesalan Terbesarnya Tahun Ini

    Petenis No.1 Dunia, Novak Djokovic, mengaku menyesal gagal menjuarai US Open dan French Open 2020 padahal tengah dalam kondisi prima.

    Tenis

    Jumat, 23 Oktober 2020

    Ini Alasan Legenda Tenis Boris Becker Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

    Boris Becker dinyatakan bangkrut pada 2017 dan dituduh menyembunyikan beberapa aset.

    Tenis

    Kamis, 22 Oktober 2020

    Terkait Australia Open 2021, Simona Halep Ajukan Syarat

    Petenis putri asal Rumania, Simona Halep, berharap Australia Open 2021 memakai sistem bubble seperti diterapkan French Open tahun ini.

    Tenis

    Rabu, 21 Oktober 2020

    Wawancara Sebastian Korda: Soal Rafael Nadal, Rahasia Keluarga, Golf, dan Jiwa Kompetitif Sang Kakak

    Sebastian Korda adalah anak laki-laki mantan petenis asal Ceko, Petr Korda, yang juara Australia Open 1998 dan runner up French Open 1992.

    Tenis

    Selasa, 20 Oktober 2020

    Rafael Nadal: Saya Salah Satu Petenis Terbaik Sepanjang Sejarah

    Rafael Nadal merasa puas dengan perjalanan kariernya sejauh ini dan bertekad meraih gelar major lainnya.

    Tenis

    Selasa, 20 Oktober 2020

    Dipuja Dunia, Roger Federer Justru Dapat Penolakan di Rumah Sendiri

    Rencana penggunaan nama petenis top Roger Federer sebagai arena olahraga di Kota Basel, Swiss, kembali gagal.

    Tenis

    Senin, 19 Oktober 2020

    Tak Ada Lagi Jadwal Operasi, Roger Federer Makin Pede Comeback di Australian Open 2021

    Roger Federer mengatakan bahwa pemulihan cedera lututnya berjalan sesuai rencana.

    Tenis

    Senin, 19 Oktober 2020

    VIDEO: Via Tiktok, Wimbledon Kenang Momen Menyakitkan Saat Kepala Rafael Nadal Terbentur

    Akun resmi Wimbledon di Tiktok mengunggah kenangan menyakitkan nan konyol dari Rafael Nadal.

    Tenis

    Minggu, 18 Oktober 2020

    Iga Swiatek Ingin Mampu Konsisten seperti Rafael Nadal

    Iga Swiatek mengatakan bahwa ambisi terbesarnya setelah juara French Open 2020 adalah tampil konsisten seperti sang idola Rafael Nadal.

    Tenis

    Minggu, 18 Oktober 2020

    Pelatih Yakin Novak Djokovic Bisa Lampaui Roger Federer soal Ini

    Marian Vadja yakin Novak Djokovic bisa melewati rekor Roger Federer sebagai petenis putra yang terlama di posisi nomor satu dunia.

    Terpopuler

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    Sepak Pojok

    X